9-Etika Bisnis

 


    Pada pertemuan kali ini, kami membahas Etika Bisnis. Kelas diadakan di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember


ETIKA BISNIS
    Etika Bisnis merupakan etika profesi yang mengatur prinsip etika dan masalah etika dalam lingkungan bisnis yang berlaku untuk semua aspek dalam bisnis mulai dari aspek produksi, distribusi, pemasaran, penjualan dan konsumsi barang dan jasa. Etika Bisnis dapat berasal dari individu, aturan organisasi, ataupun sistem hukum yang ada.

PENTINGNYA ETIKA BISNIS
Mempertaruhkan nama, harga diri, nasib manusia yang terlibat.
Etika bisnis sebagai pedoman bagi pihak-pihak yang melakukan bisnis. Dengan memahami etika bisnis, memberi pelajaran bahwa bisnis yang berhasil tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan semata, melainkan bisnis yang etis dan memelihara hubungan yang baik antar manusia yang terlibat.

KATA KUNCI ETIKA BISNIS
Morality, Behaviour, Trust, Reliability, Responsibility, Principle, Relationship, Choice

PRINSIP ETIKA BISNIS
  • Tanggung jawab dari shareholders ke stakeholders.
  • Dampak ekonomis dan sosial dari bisnis : menuju inovasi, keadilan, dan komunitas dunia.
  • Perilaku bisnis: dari hukum yang tersurat ke semangat saling percaya.
  • Sikap menghormati aturan.
  • Dukungan bagi perdagangan multilateral.
  • Sikap hormat (memperhatikan) lingkungan alam.
  • Menghindari operasi-operasi bisnis yang tidak etis.

PRINSIP DALAM ETIKA BISNIS TERGOLONG 
MENJADI BEBERAPA BAGIAN
  1. Prinsip Otonomi : Kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
  2. Prinsip Kejujuran : Bisnis tidak akan tahan lama jika tidak dilandasi kejujuran karena kejujuran kunci keberhasilan suatu bisnis
  3. Prinsip Keadilan : Tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
  4. Prinsip Saling Menguntungkan : Agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif
  5. Prinsip Integritas Moral : Para pelaku bisnis harus menjaga nama baik pribadi dan perusahaan/organisasi agar tetap dipercaya dan berintegritas tinggi.

MASALAH DALAM ETIKA BISNIS
Masalah, situasi, dan peluang yang dapat dievaluasi apakah tindakan yang diambil itu benar atau salah, etis atau tidak etis. Sering mempertimbangkan keuntungan materi, tetapi solusi terbaik untuk menilai sebuah tindakan etis atau tidak etis yaitu dengan melihat dari sudut pandang pelanggan dan kompetitor.

Contoh masalah etika dalam bisnis yaitu seorang marketing property menawarkan hadiah berupa tiket festival kepada pelanggannya. Apakah sekedar praktik penjualan atau lebih? Jawabannya sangat sulit, untuk ukuran transaksi bisnis tidak ada masalah. Namun akan ada banyak faktor lain untuk menentukan apakah tindakan tersebut dinilai benar atau salah oleh orang lain.

E-COMMERCE
E-Commerce merupakan kemampuan perusahaan untuk menyediakan website dinamis (dynamic presence) pada internet yang dapat digunakan untuk melangsungkan bisnis secara elektronik atau dengan kata lain memiliki sebuah toko online. Melalui e-commerce, produk dapat diiklankan, dijual, dan dibayarkan secara elektronik. 
Kelebihan terbesar dari e-commerce adalah kemampuan untuk menyediakan transaksi belanja yang aman melalui internet dan instan verifikasi dan validasi transaksi kartu kredit. Secara cost dan jangkauan pasar, e-commerce jauh lebih unggul dibandingkan conventional store.

DAMPAK E-COMMERCE
  • Akses terhadap pasar global.
  • Penjualan langsung tanpa melalui perantara/pihak ketiga.
  • Usaha kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar.
  • Melakukan jual beli kapan saja.
  • Mampu membentuk loyalitas konsumen.
  • Mengurangi biaya pemasaran produk secara konvensional.
  • Perusahaan mendapat informasi detail tentang konsumen.
  • Keamanan transaksi, verifikasi otomatis, keamanan situs.

ETIKA DALAM E-COMMERCE
  1. Semua situs perdagangan online harus terdaftar. Pelaku bisnis online juga harus mendeklarasikan etika bisnis yang dimiliki.
  2. Pelaku bisnis online harus menyusun data dan bukti transaksi dengan benar. Digunakan sebagai alat bukti dan punya kekuatan hukum.
  3. Karena perdagangan online bersifat global, kementerian membolehkan pihak yang mengalami sengketa perdagangan untuk memilih kaidah hukum perdagangan internasional.
  4. Meski transaksi bersifat digital, kontrak harus tetap memasukkan identitas, spesifikasi barang, legalitas barang, nilai transaksi, dll. Situs e-commerce wajib membuat kontrak online dalam Bahasa Indonesia.
  5. Situs perdagangan online juga harus memiliki trustmark. Dengan adanya trustmark internasional, konsumen akan merasa lebih aman saat berbelanja di situs tersebut.
  6. Kementerian akan menerbitkan daftar hitam (blacklist) bagi situs perdagangan online yang melanggar aturan berdasarkan laporan yang masuk ke Kementerian Perdagangan.

Setelah mendapatkan materi ini, saya jadi lebih memahami mengenai etika bisnis. Etika yang kita butuh kan dalam berbisnis. Pentingnya etika bisnis, prinsip dalam etika bisnis hingga masalah dalam etika bisnis. Selain itu saya juga mempelajari mengenai e-commerce dan dampak yang diberikan oleh e-commerce dan etika dalam menggunakan e-commerce.